Postingan

Tahun baruku bersama beban lama

Tuhan, hambamu bersyukur sebab masih bisa bernafas di tahun 2018 ini. Banyak berkatmu yang boleh hamba terima selama 2017. 1. IP yang baik 2. Pengalaman yang baru 3. Dipercayakan jadi Kabid 4. Dipercayakan menjadi MA KPU 5. Dan terlibat dalam proyek dosen Meski banyak juga perkara yang harus hambamu jalani. 1. Konflik dengan teman teman 2. Proyek yang kurang jelas 3. Masalah percintaan 4. Masalah keluarga Hambamu sekarang sudah berada di tahun 2018 , tapi masih banyak hal hal yang mengganjal di hati hambamu. Hamba merasa tanggung jawab ini terlalu berat Tuhan. Mengapa kau mencipta hambamu dengan keadaan seperti ini? Terlalu pelik Tuhan, hambamu tidak yakin sanggup. Senyum,tawa dan kehangatan ini mulai terasa hambar. Hamba merasa terus memberi kasih, tapi tak memperolehnya. Hamba merasa tidak bersemangat lagi ya Tuhan. Hambamu ingin marah, tapi hambamu tidak tau harus marah kenapa. Apa hambamu sudah mulai gila ya Tuhan? Mereka bilang jangan terlalu memikirkan ...

Sekarang aku tau.

Hari ini kamu tau, Bahwa kamu tidak sepenuhnya benar. Kamu juga salah karena membuat mereka menangis. Kamu juga jahat karna membuat mereka merasa diabaikan. Minta maaflah, karena sudah menyakiti hati orang lain. Hari ini kamu juga tau, Bahwa kamu yang dihitung tibatiba hadir diantara mereka. Kamu yang dianggap menyusup diantara intimnya pertemanan mereka. Kamu yang keliru berpikir sudah menjadi bagian dari mereka. Minta maaflah, karena sudah membiarkan hatimu mengabaikan logikamu. Hari ini kamu sepertinya lebih tau, Bahwa menjadi pribadi yang merindukan tempat untuk berbagi secara kasih sayang bukanlah hal yang mudah. Tidak semua orang siap membuka hati mereka untuk menyayangimu. Tidak semua orang siap merangkulmu dan membisikkan kesalahan kesalahan yang kau lakukan kepada mereka secara lembut. Tidak semua orang bisa menguatkanmu dan mampu untuk kau kuatkan. Minta maaflah, karena kau harus melupakan keinginan itu dan pergi menemui realita kehidupanmu.

Aku temanmu.

Hidup seringkali membuatmu tertanam dalam kesedihan. Dan beban itu akan semakin berat bersama semua harapanmu yang tidak masuk akal. Aku sebenarnya tau. Hal simple yang kau butuhkan hanyalah kasih sayang. Namun, mereka tak mengerti bahkan tak mengenalmu. Jadi, apa yang kau harap ? Yang kau punya hanya saudaramu dan segudang masalahmu. Dan kau ingin tidak kesepian. Apa yang kau harap ? Teman temanmu masih memiliki keluarga yang lengkap. Keluarga yang tampaknya penuh kasih sayang dan bertanya setiap saat. Dan kau ingin mereka mengerti mu. Apa yang kau harap ? Apa ... Kau berharap memiliki teman yang setia datang merangkulmu? Menanyakan kabarmu? Mengerti akan kelabilanmu? Kau berharap punya seseorang yang bisa kau andalkan? Memberimu harapan? Memberimu senyuman ? Tak apa. Tetaplah tersenyum dengan harapan yang sirna. Hidup memang pahit, biarlah kau jalani yang singkat ini dengan sebaik mungkin. Tak perlu berharap menjadi orang terkenal yang disayangi semua...